expr:class='"loading" + data:blog.mobileClass'>

Senin, 29 September 2014

Satu hari

Malam mana yang panjang.
Dibungkam gaduh hati yang berontak.
Waktu menegeja dalam detik.
Berakhir bulan atau tahun.
Berakhir harap dan cemas.

Pagi yang selalu datang.
Lebih cepat dari mata yang terbuka.
Menyisakan terik.
Mengubah putih jadi hitam.
Mengubah sejuk jadi jenuh.

Petang datang bersenandung.
Metafora hasil harapan.
Yang mati ditelan matahari.
Menuju malam yang panjang.
Menuju malam yang pendek.

Jika langkah menurun, tegakanlah harinya.
Atau diamlah.
Semacam protes keluh yang disisa.
Dalam obrolan malam pendek.
Dihanyut kantuk.


Entah mimpi apa yang terjadi semalam.
Percayalah pada yang baik.
Karna resah dapat berkurang.
Pada pagi yang datang, pada saat yang tepat.

Tidak ada komentar :

Posting Komentar