expr:class='"loading" + data:blog.mobileClass'>

Jumat, 18 April 2014

Tet! Mengulang ulang kata


Jejak-jejak yang ditingalkan keangan-kenangan masa lalu. Beribu-ribu mil telah terlewati namun bayang-bayang masih terus menghantui. Bukan tentang kesendirian aku rasa namun rasanya ini tentang kepercayaan bahwa engkau masih disini. Berfikir bahwa kita hanya terpisah pada ribuan cahaya malam kota, namun yang sesungguhnya terjadi engkau telah melayang-layang menuju surga menutup pintu untuk dapat kembali berada disini.

Hantu-hantu penunggu kenangan masa lalu. Aku heran mengapa ia pandai menggoda manusia membuat semua khayalan terlihat nyata dan membuat yang nyata menjadi samar.

Lagi, bukan soal kesendirian. Ini soal kamu kamu kamu dan kamu yang masi ada disini disini disini. Dan lihat sekarang aku kembali meneriakan namamu dan terpantul-pantul dalam fikiranku. Bukan sesak yang kudapat namun rasanya aku kembali jatuh cinta pada namamu.

Jika pengulangan itu rasanya berarti mungkin aku akan terus mengulang dan mengulang sampai payah dan lelah. Jika pengulang menimbulkan sebuah sebab akibat yang besar mungkin aku akan mengulangnya sampai terkapar. Jika semua itu benar adanya maka aku akan mengulanya lagi dan lagi.