expr:class='"loading" + data:blog.mobileClass'>

Sabtu, 04 Mei 2013

Karna sesuatu yang kita mau gak selalu harus kita miliki. Ketika berada pada kondisi yang sangat nyaman namun terlalu banyak pertimbangan yang dipikirkan. Dua kali cukup membuat saya terenyuh. Terima kasih.

"Apalagi sih, semuanya udah jelas ada didepan mata semua bisa aku handle percaya!"

Seharusnya luruh, tapi saya lagi lagi dan lagi mencoba memungkirinya. Akhirnya pertangkaran yang terjadi. Tidak pantas menerimanya hanya itu yang terlintas di pikiran saya kala itu.

Agil bilang "udahlah tam, jangan dianggap serius lah, namanya juga nenek lampir"

Tapi saat itu saya merasa tersadarkan.
Hahahaha. Kampret.

Ketika itu saya berjanji untuk berbahagia mulai saat itu. Tapi toh kenyataannya tidak bisa. Keluar semua cadangan airmata saya ketika terakhir kita bertemu. Terpuruk? Hahahahaha. Bukan saya gila. Tapi dua hari membuat saya kembali mengulang kalimat yang pernah diucapkan nenek lampir saat itu. efeknya? membuat saya bertahan untuk tetap menjadi waras.

Tidak semua yang kita mau yang terbaik untuk kita.
Dan lihatlah betapa kerennya dia yang ada di samping kamu sekarang.
Yang akan menemani sampai selamalamalamalamalamalamanya.

"Kemarau panjang tanpa cadangan air, tidak akan membuat basah semua ini"
"Semoga begitu, doanya yah Tam"


Karena menjadi laki-laki yang baik hatinya, selamat atas semua pencapaian ini.
Berbahagialah. Saya yakin semua akan lancar.

Tidak ada komentar :

Posting Komentar