expr:class='"loading" + data:blog.mobileClass'>

Minggu, 30 Desember 2012

Desember

Hujan bulan desember selalu saja menyisakan tetes air mata disetiap hujan yang membawa keberkahan, tetang kesedihan waktu akan menuntun kita meninggalkan jejak masa lalu. Hujan bulan desember selalu saja menyisakan rindu yang begitu mendalam terselip dalam setiap rangkaian kata yang bermuara kepada Tuhan, tetang semua rasa biarkan waktu berjalan kemudian mempersingkat jarak. Mungkin itulah mengapa jarak diciptakan agar kita mengetahui seberapa mahal harga sebuah rindu.

Terlalu banyak hujan di bulan desember, hingga rindu yang tenggelam akhirnya menerbitkan sebuah kesedihan.

Desember akan segera berakhir menutup tahun. Bulan ini sudah terlalu basah tidak usah ditambah dengan tetesan air mata.

Minggu, 09 Desember 2012

TIGA

Harus diberi kesan seperti apa semester tiga ini?
Ya, Ya, saya tau belum sepenuhnya berakhir tapi setidaknya 70% terlah terlewati.

Jadi Panitia Ospek Jurusan. jadi bagian kecil yang nggak punya peran banyak, tapi rasanya sibuk setengah mati. Rapat, Rabes, Simulasi, Upgrading, Stop motion, Design, Pagi Buta.
Tapi kebersamaan mana yang mengalahkan semua itu? Nangis bareng ketawa bareng nyanyi bareng makan bareng tidur bareng :" Kebersamaan satu angkatan yang nggak bakal didapat dimanapun.
Malam dingin, Tidur Sebentar, Tugas berantakan ditutup sesuatu yang berkesan. Terima Kasih buat semua teman-teman THP 11. I know youre rock guys!!! :") terutama buat orang-orang yang berperan besar untuk kesuksesan acara ini.


 Ada yang datang ada yang pergi. Semua memerlukan keseimbangan bila tidak seimbang salah satu harus mengalah agar tidak tercipta entropi yang semakin besar. Semoga yang seperti ini lebih baik. Semoga Rotasinya tetap terjaga.

Mereka. Salut buat mereka yang ada disekitar saya yang mampu membuat semua menjadi lebih ringan menjadi lebih mudah. Walau terkadang candaan yang melebihi batas terlontar. Maaf. semoga tidak diambil hati, hanya bercanda walau saya tau itu berlebihan.


Kangen. Separah-parahnya kangen adalah kangen di semester tiga. Takbiran pertama tanpa keluarga, sepi~ Benar-benar nggak bisa pulang ke jogja sekalipun. Puncaknya satu minggu yang lalu sampai kemarin. Nangis nggak karuan.


Jenuh. Sejenuh-jenuhnya kuliah saya baru merasakan inilah tingkat klimaks kejenuhan saya. Dua praktikum dengan beban 3 SKS. Laporan menggila, Kertas A4--Bolpoin Biru menjadi makanan sehari-hari. Tangan kapalan, Begadang tiap malem, Ke-lab tiap hari praktikum-lah pengamatan-lah destruksi-lah preparasi-lah macem-macem sampe berasa kehidupan itu sepenuhnya di Labolatorium.
Makasih loh buat kaka-kaka asisten yang kece yang berhasil membuat kita tertekan tapi senang, senang karena semuanya sekarang telah berakhir. ~("~)(~")~


dan SELAMAT!!
sebentar lagi menuju UAS dan UAP. selamat tinggal bolpoin biru dan kertas A4 selamat datang Kertas Folio dan Pulpen Hitam.
Semangat buat UAS dua pekan kedepan, semoga lancar.

Jumat, 07 Desember 2012

pulang

Level kegalauan mana lagi yang dapat mengalahkan rindu dibulan desember dengan tingginya curah hujan dinginnya tanah perantauan dan kejenuhan yang mengakar kuat? *diresapi dengan backsound ERK-Desember*

Rumah, bawa saya kembali. Hanya untuk beberapa hari menghangatkan diri dalam pelukan orang tua. Tidak ada obat yang lebih mujarab mengatasi penyakit kronik ini. Masalah waktu, biaya, atau ke-tidak-tega-an mejadi sebuah hal yang begitu kompleks.

Bunga Tidur? bukan sering lagi hitungannya. Setiap terlelap selalu datang. Selalu. Setiap saat.

Marah. Kepada siapa?

Menangis. Berapa banyak tisue yang telah dipakai mengeringkan sudut mata yang menggenang sebelum jatuh?

Sampai hilang harapan, meninggalkan sesak mendalam.

Ketika rindu terlalu jenuh yang ada hanya sebuah kerangka manusia hidup tanpa jiwa dan raga didalamnya. Karena semuanya telah terbunuh.

Mesin Waktu

Mesin Waktu.
apa yang akan kau perbuat dengan mesin waktu, seandainya benar adanya.
Kembali kemasa lalu atau menuju masa depan?
Kembali mengulang kejadian membahagiakan dan menghilangkan duka
atau menantang bahagia dan mencari kesedihan.

Lebih baik.
Kembali mengulang tentang apa yang seharusnya terekam.
Kembali mencari jawaban akan sebuah pertannyaan, yang dapat dijawab masa lalu.
Kembali menghadirkan ingatan yang terlupa.
Mungkin untuk saat ini.

Tentang masa depan?
Biarkan tetap menjadi misteri.
Hidup akan berwarna dengan kejutan-kejutan kecil yang bermakna.
Menantang bahagia bisa dilakukan tanpa mesin waktu.
Begitupula dengan pencarian kesedihan.

Aku.
Ingin kembali ke masa lalu.
Membuka setiap kartu yang selama ini aku lewati.
Menginggatnya baik-baik.
Setidaknya untuk saat ini.

Di sini.
Aku masih terpaku, tetap tidak dapat menjawab pertanyaan masa lalu.
Bodoh, betapa mudahnya melupakan semuanya.

Mungkin bukan Mesin Waktu yang dibutuhkan.
Tapi, obat penambah daya ingat.
Atau memang saya butuh Mesin Waktu?
Entahlah.


Misteri oh Misteri.