expr:class='"loading" + data:blog.mobileClass'>

Selasa, 25 September 2012

Perindu Hujan

"Kamu suka hujan?"

..........

"Kamu tau, kenapa banyak orang suka hujan?"

"Kalo menurut aku hujan itu magis, percaya atau enggak dia punya sihir yang kuat buat kita. Dia bisa membuat semua yang telah lalu bangkit lagi, kembali terputar dan terulang lagi mirip film dalam CD yang dapat kita tonton kembali suatu saat kita inginkan."

"Jadi kamu suka "film" apa yang terputar saat hujan turun?"

"Nah, ini persoalannya :)"

"Maksudnya?"

"Kamu tadi bilang banyak orang suka hujan, kalo menurut aku orang-orang yang suka hujan menandakan dia sedang memutar "film" yang manis yang telah terjadi dihidupnya. Mereka adalah orang-orang penikmat hujan. Kadang ada beberapa tetesan air yang jatuhnya menyentuh tanah kemudian akan mengeluarkan aroma khas kemudian mereka si penikmat hujan akan menghirupnya dalam-dalam. Apabila air yang membasahi tanah sudah terlalu melimpah tetesan-tetesan air itu akan menggenang menciptakan harmonisasi yang baru ketika tetesan air yang jatuh dari langit saling bertemu. Ah, itu adalah suara alam yang paling indah"


"Lalu?"

"Lalu, nggak semua orang suka hujan seperti yang kamu bilang. Mereka yang tidak suka hujan mungkin adalah orang-orang yang sedang memutar "film" mellow-so-drama sehingga hujan yang turun akan memperparah semuanya dan mereka juga membeci hujan karena menganggap hujan turun di saat yang tidak mereka harapkan."


"Jadi kamu termasuk si pencinta hujan atau si pembenci hujan?"

"Tidak dua-duanya"


"Aneh!"

"Aku bukan si pencinta hujan ataupun si pembenci hujan, tapi aku adalah si perindu hujan. Seharusnya setelah bulan kedelapan kita memasuki musim penghujan tapi di bulan ke sembilan ini aku belum menemukan tanda-tanda sang hujan akan turun. Sempat beberapa kali aku menemukannya dalam bentuk yang lebih halus, ya gerimis! Aku rindu hujan sepolos saat kita masih berumur lima tahun, bersorak gembira ketika tetesan hujan yang turun semakin lama semakin deras kemudian berlarian keluar tak menghiraukan apapun hanya ingin menari di bawah berkah yang diturunkan Tuhan"

"Ternyata kamu benar-benar aneh"

"Kamu tidak merindukan saat-saat seperti itu? menurutku itulah salah satu saat yang paling membahagiakan."


"Seandainya hujan pertama turun di bulan kesembilan atau kesepuluh atau bulan bulan berapapun apakah kamu mau menari bersamaku, dibawah berkah yang diturunkan Tuhan sambil memutar "film" yang ingin kita tonton sendiri?"

"Hahahaha, kita sudah terlalu dewasa untuk melakukakan itu"

"Kenapa? kamu malu? aku janji aku akan mencarikan tempat dimana kamu tidak akan merasa malu, sungguh aku ingin melihatmu menari dibawah hujan. Aku rasa dengan begitu kamu tidak akan lagi menjadi sang perindu hujan tapi menjadi salah satu penikmat hujan atau pembenci hujan."

*Tapi benarkah kamu akan membuatnya menjadi nyata? Karena aku sungguh merindukan hujan ingin sekali rasanya menari bermandikan tetesan air yan jatuh dari langit, memutar film apa yang ingin aku ulang kembali sehingga benar katamu aku dapat menentukan apakah aku si pencinta hujan atau pembenci hujan*

4 komentar :

  1. nulisnya pas dapet wangsit, makanya bagus. hahaha.

    BalasHapus
  2. Aku pecinta dan perindu hujan........andai aku masih bisa menari dibawah rinai hujan........

    BalasHapus