expr:class='"loading" + data:blog.mobileClass'>

Minggu, 19 Agustus 2012

syawal

Gema takbir telah dikumandangkan, menandakan kita berada di penghujung bulan nan suci.
Kebahagiaan menyeruak, begitu pula dengan kesedihan yang harus tertinggal.
Kembali merindu akan datangnya bulan penuh bulan di tahun yang datang.

Waktu berlalu, roda kehidupan terus berputar.

Syawal berada di genggaman, semua saling memaafkan.
Anak kepada orang tua, cucu kepada kakek-neneknya, adik dengan kakak.
Berkumpul satu keluarga besar menjadi agenda utama di pangkal bulan ini.
Seberapa sulit keadaan berkumpul merupakan cara yang tepat untuk meluapkan segala beban.
Bercerita tentang pahitnya manisnya hidup.


Waktu berlalu, tanpa disadari seberapa jauh terlewat.

Entah lebaran tahun berapa hijriah, kita masih seperti bocah ingusan.
Berbeda dengan lebaran tahun ini.
Sebelumnya jatuh bangun untuk belajar sepedah, Sekarang bukan lagi sepedah melainkan mobil yang dikendarai.
Sebelumnya masih berjiwa muda untuk berfoya-foya, Sekarang berfikir berkali-kali untuk masa depan anak-istri.

Waktu berlalu,

Berapa tahun kedepan lagi untuk bisa merasakan seperti ini?
Masih terjaga dalam keutuhan yang absolut.


Entahlah karna waktu hanyalah rahasiaNya.


Selamat Hari Raya!

Tidak ada komentar :

Posting Komentar