expr:class='"loading" + data:blog.mobileClass'>

Rabu, 04 Juli 2012

Brawijaya Mengajar

Awalnya tau acara screening tentor Brawijaya Mengajar (BM) dari si oliv kalo nggak salah H -2 sebelum screening tahap 1 diadakan. Iseng aja sih niat awalnya, sekalian mau ngisi waktu yang kosong juga dan yang penting dapet pengalamannya.
Tahap pertama sempet kaget waktu reply email biodata dibales dan bilang harus mempersiapkan diri untuk tes tulis, dan itu dua jam sebelum screening. Tahap duanya wawancara, as same as wawancara pada biasanya. Terus diumumin deh dan Alhamdullilah keterima :D

Ketemu banyak orang yang punya visi-misi yang mulia, ketemu adik-adik yang punya antusias yang jauh lebih besar ketimbang saya sendiri...
Ya semoga tetap seperti ini, sampai akhir masa jabatan tentor sesion dua berakhir.




Semoga semangat pengabdian ini nggak membara di awal dan padam diakhir.

Senin, 02 Juli 2012

senja hari ini



Senja hari ini, langkah ini tiba-tiba  terhenti dari perjalananya disebuah bangku pajang beratapkan kanopi. Bukan, Bukan lelah penyebabnya, tapi gerimis ini yang menghentikannya. Tuhan tau apa yang dibutuhkan hambanya, ia tau ada seseorang yang ingin luruh bersama alunan gerimis, yang harmonisasinya mengalunkan nada-nada sendu bercampur dengan aroma khas hujan yang menyeruak memenuhi hati.

"ah sudah berapa lama tak merasakan senja seperti ini?"

di senja hari ini aku sudah tak mampu lagi berharap untuk fajar esok, seakan perjalanan kemarin sangatlah cukup menjadi pembelajaran bagaimana seharusnya bersikap. Tak akan lagi terjadi hal seperti ini, alibi busuk! yang aku tau jelas dapat tercium aromanya dari ratusan kilometer.

tapi pernahkah  kamu tau mengapa alibi ini muncul? karna diri ini tak kuasa, tak kuasa memendam semua ini yang akhirnya aku memilih untuk meledak ! dan akhirnya hancur bersama serpihan bom yang aku rakit sendiri. Sekarang ? aku hanya dapat menyesali perbuatan yang telah dilakukan.

satu pertanyaan yang masih tersisa, apakah harus berakhir dengan cara seperti ini? sekejam dan sesadis ini?

"ah, sudahlah itu pertannyaan retroris"

tapi terima kasih untuk gerimis pada senja hari ini yang menyamarkan isak tangis yang sudah tak dapat aku bendung, meluruhkan semua perasaan yang membelenggu ini dan merenungi setiap langkah yang akan dilewati.


"Tuhan, hanya kepadamu aku meminta.  Biarkanlah aku tetap terlarut dalam setiap pengharapan. karna Engkaulah sebaik-baiknya perencana"


aku meyerah, tak akan lagi berharap. bebaskan hati ini, biarkan melayang bersama hembusan angin malam yang secara indah menutup melankoli senja hari ini.