expr:class='"loading" + data:blog.mobileClass'>

Kamis, 21 Juni 2012

kamu! #1

siang itu aku menghubungimu, hanya dengan sebuah sms singkat yang ku kirimkan dari ponselku.


"mas, ada yang mau aku bicarain sama kamu. Malam ini ya mas."


Dengan mengendarai motor kesayanganmu, kau datang mengenakan jaket biru pemberianku saat kau berulang tahun. Tepat jam delapan malam kau datang sesuai janji yang kita sepakati bersama.
walau kau tau perbincangan yang akan kita lewati akan begitu panjang, kau tetap datang. Senyum kekhawatiran itu tampak jelas di wajahmu. sungguh mas, aku tak mau membuatmu sekhawatir ini. aku hanya butuh kamu. menenangkan hati ini yang terlalu tergoncang. 


menit-menit berlalu, tak ada satupun kata yang terucap diantara kita berdua. Kau tetap diam tak bertanya ataupun memulai percakapan ini, kau memberiku waktu untuk memulai pembicaraan yang melibatkan banyak hati. hatiku, hatimu, dan hatinya. Entah berapa kali helaan napas ini berhembus dan tetap sama aku masih tah bisa memulai ini semua. Kau akhirnya menyerah dan memulai percakapan itu.


"Katanya mau ngomong? Aku udah disini kamu diem aja, nggak jadi ngomong?" katamu sambil menatapku seperti biasa, penuh perhatian.


aku hanya dapat menghela nafas lagi dan lagi.


"Aku pulang yah kalo kamu nggak jadi ngomong"

"Maaaaas...." kataku akhirnya sambil mencari kata-kata yang tepat untuk mengawali percakapan ini. 
"aku cuma mau cerita ini sama kamu mas, dan aku nggak tau kelanjutan cerita ini bakal seperti apa aku akan tau kelanjutan cerita ini tergantung reaksi kamu mas.."


kerutan dikeningmu menandakan jelas bahwa kamu tak mengerti apa yang aku kataakan. Tapi kau tetap menatap penuh perhatian siap mendengarkan setiap kata yag akan keluar dari ulutku detik berikutnya.


"Masih inget sama mas agil kan?"

"Iya inget kok" seketika mukamu mulai menyiratkan rasa kekhawatiran yang berlebihan.

"kemaren dia dari sini mas, sempet ketemu dan ngobrol sama dia.You know my past right?"

kamu tetap diam menyimak dengan seksama.

"dia ngomongin hal yang sama mas, like 3years ago" aku diam sebentar menunggu reaksinya, dan raut mukanya tetap tidak berubah.

kemudian dia memelukku tidak begitu erat, tapi cukup membuatku nyaman. terlintas kejadian 3 tahun lalu saat mas agil berbicara serius padaku.



to be continue....

kamuflase hitam-putih

bangsat! siapa kamu? yang berani menentukan hati ini.
menuntun saya kedalam kamuflase ini dan menjebak.
seketika kamu menghilang dari pandangan saya.
berbalik arah dan berlari sekencang mungkin dari saya!


dan akhirnya...


saya terjebak pada kamuflase hitam-putih
terperangkap pada euforia kebagiaan yang teramat.
kosong. hampa, benar-benar tak ada sesuatu yang berarti apapun.
bahkan sekecil titik pada akhir kalimat ini pun tak berarti apapun.
hanya rasa kebahagian yang menyesatkan dan meghilangkan kebahagiaan sesungguhnya.


terlambat? tidak! saya telah mengetahunya.
salah? tidak! karena semua mausia akan merasakannya.
terjebak dalam kamuflase hitam putih yang menyesatkan ini.
sudah biarkan saya pergi! tarik saya dari permainan ini!
jika Engkau tak mengizinkan semua berlanjut.


bukankah hanya Engkau yang mempu membolak-balikan hati ini?