expr:class='"loading" + data:blog.mobileClass'>

Minggu, 30 Desember 2012

Desember

Hujan bulan desember selalu saja menyisakan tetes air mata disetiap hujan yang membawa keberkahan, tetang kesedihan waktu akan menuntun kita meninggalkan jejak masa lalu. Hujan bulan desember selalu saja menyisakan rindu yang begitu mendalam terselip dalam setiap rangkaian kata yang bermuara kepada Tuhan, tetang semua rasa biarkan waktu berjalan kemudian mempersingkat jarak. Mungkin itulah mengapa jarak diciptakan agar kita mengetahui seberapa mahal harga sebuah rindu.

Terlalu banyak hujan di bulan desember, hingga rindu yang tenggelam akhirnya menerbitkan sebuah kesedihan.

Desember akan segera berakhir menutup tahun. Bulan ini sudah terlalu basah tidak usah ditambah dengan tetesan air mata.

Minggu, 09 Desember 2012

TIGA

Harus diberi kesan seperti apa semester tiga ini?
Ya, Ya, saya tau belum sepenuhnya berakhir tapi setidaknya 70% terlah terlewati.

Jadi Panitia Ospek Jurusan. jadi bagian kecil yang nggak punya peran banyak, tapi rasanya sibuk setengah mati. Rapat, Rabes, Simulasi, Upgrading, Stop motion, Design, Pagi Buta.
Tapi kebersamaan mana yang mengalahkan semua itu? Nangis bareng ketawa bareng nyanyi bareng makan bareng tidur bareng :" Kebersamaan satu angkatan yang nggak bakal didapat dimanapun.
Malam dingin, Tidur Sebentar, Tugas berantakan ditutup sesuatu yang berkesan. Terima Kasih buat semua teman-teman THP 11. I know youre rock guys!!! :") terutama buat orang-orang yang berperan besar untuk kesuksesan acara ini.


 Ada yang datang ada yang pergi. Semua memerlukan keseimbangan bila tidak seimbang salah satu harus mengalah agar tidak tercipta entropi yang semakin besar. Semoga yang seperti ini lebih baik. Semoga Rotasinya tetap terjaga.

Mereka. Salut buat mereka yang ada disekitar saya yang mampu membuat semua menjadi lebih ringan menjadi lebih mudah. Walau terkadang candaan yang melebihi batas terlontar. Maaf. semoga tidak diambil hati, hanya bercanda walau saya tau itu berlebihan.


Kangen. Separah-parahnya kangen adalah kangen di semester tiga. Takbiran pertama tanpa keluarga, sepi~ Benar-benar nggak bisa pulang ke jogja sekalipun. Puncaknya satu minggu yang lalu sampai kemarin. Nangis nggak karuan.


Jenuh. Sejenuh-jenuhnya kuliah saya baru merasakan inilah tingkat klimaks kejenuhan saya. Dua praktikum dengan beban 3 SKS. Laporan menggila, Kertas A4--Bolpoin Biru menjadi makanan sehari-hari. Tangan kapalan, Begadang tiap malem, Ke-lab tiap hari praktikum-lah pengamatan-lah destruksi-lah preparasi-lah macem-macem sampe berasa kehidupan itu sepenuhnya di Labolatorium.
Makasih loh buat kaka-kaka asisten yang kece yang berhasil membuat kita tertekan tapi senang, senang karena semuanya sekarang telah berakhir. ~("~)(~")~


dan SELAMAT!!
sebentar lagi menuju UAS dan UAP. selamat tinggal bolpoin biru dan kertas A4 selamat datang Kertas Folio dan Pulpen Hitam.
Semangat buat UAS dua pekan kedepan, semoga lancar.

Jumat, 07 Desember 2012

pulang

Level kegalauan mana lagi yang dapat mengalahkan rindu dibulan desember dengan tingginya curah hujan dinginnya tanah perantauan dan kejenuhan yang mengakar kuat? *diresapi dengan backsound ERK-Desember*

Rumah, bawa saya kembali. Hanya untuk beberapa hari menghangatkan diri dalam pelukan orang tua. Tidak ada obat yang lebih mujarab mengatasi penyakit kronik ini. Masalah waktu, biaya, atau ke-tidak-tega-an mejadi sebuah hal yang begitu kompleks.

Bunga Tidur? bukan sering lagi hitungannya. Setiap terlelap selalu datang. Selalu. Setiap saat.

Marah. Kepada siapa?

Menangis. Berapa banyak tisue yang telah dipakai mengeringkan sudut mata yang menggenang sebelum jatuh?

Sampai hilang harapan, meninggalkan sesak mendalam.

Ketika rindu terlalu jenuh yang ada hanya sebuah kerangka manusia hidup tanpa jiwa dan raga didalamnya. Karena semuanya telah terbunuh.

Mesin Waktu

Mesin Waktu.
apa yang akan kau perbuat dengan mesin waktu, seandainya benar adanya.
Kembali kemasa lalu atau menuju masa depan?
Kembali mengulang kejadian membahagiakan dan menghilangkan duka
atau menantang bahagia dan mencari kesedihan.

Lebih baik.
Kembali mengulang tentang apa yang seharusnya terekam.
Kembali mencari jawaban akan sebuah pertannyaan, yang dapat dijawab masa lalu.
Kembali menghadirkan ingatan yang terlupa.
Mungkin untuk saat ini.

Tentang masa depan?
Biarkan tetap menjadi misteri.
Hidup akan berwarna dengan kejutan-kejutan kecil yang bermakna.
Menantang bahagia bisa dilakukan tanpa mesin waktu.
Begitupula dengan pencarian kesedihan.

Aku.
Ingin kembali ke masa lalu.
Membuka setiap kartu yang selama ini aku lewati.
Menginggatnya baik-baik.
Setidaknya untuk saat ini.

Di sini.
Aku masih terpaku, tetap tidak dapat menjawab pertanyaan masa lalu.
Bodoh, betapa mudahnya melupakan semuanya.

Mungkin bukan Mesin Waktu yang dibutuhkan.
Tapi, obat penambah daya ingat.
Atau memang saya butuh Mesin Waktu?
Entahlah.


Misteri oh Misteri.

Jumat, 26 Oktober 2012

aku kacau

TAKBIR -- menggema, terkurung sepi terbalut hampa, rindu yang memuncah.
                   meretas kesedihan, bulir-bulir menetes tanpa bisa terbendung.
                   kisah ini berjalan sampai esok tak terdengar kembali.

SAYAP -- berikan saya dua, dibelakang punggung ini!

RUMAH -- biarkan saya kembali, medetoksifikasi racun dalam tubuh.

TANAH PERANTAUAN -- ternyata lebih kejam dari ibu tiri.
                                              kecambah kedewasaan tumbuh subur.

PULANG -- meninggalkan jejak debu tanah perantauan.

JANUARI -- aku menantimu, diujung desember.
               

Rabu, 03 Oktober 2012

diam

Biarkan bisikan ini terbungkam oleh diam yang tercipta.
hingga getar suara yang tercipta berada diambang batas getaran infrasonik.

yang getarnya tidak mampu di ditangkap oleh indra pendengaran.
karena saat perjalanan panjang menuju muara, getaran ini membumbung ke angkasa terlalu jauh.
higga tingkatan atsmofer yang amat tinggi kemudian hilang ditelan awan-awan kumulu nimbus.

hingga diam tetap saja diam.
tak pernah tersampaikan pada sang empunya
karna terkadang diam adalah cara terbaik dan mahal harganya.

Selasa, 25 September 2012

Ada Masanya

Karena semua ada masanya.
layaknya daun yang berada di pohon.
Daun yang berada diatas pastilah daun yang berwarna hijau muda
bukan yang berwarna hijau tua.


Karena semua ada masanya.
layaknya yang muda akan menjadi tua.
Layaknya kesedihan yang akan berubah menjadi kebahagiaan atau sebaliknya.

Karena semua ada masanya.
Tak perlu keraguan dalam hatimu untuk Tuhan.
Tak ada sejengkal kehidupan yang luput di tulis di Lauh Mahfuz.

Karena semua ada masanya.
Hilangkan semua kesedihanmu, bungkus-lah dengan kebahagianmu.

Perindu Hujan

"Kamu suka hujan?"

..........

"Kamu tau, kenapa banyak orang suka hujan?"

"Kalo menurut aku hujan itu magis, percaya atau enggak dia punya sihir yang kuat buat kita. Dia bisa membuat semua yang telah lalu bangkit lagi, kembali terputar dan terulang lagi mirip film dalam CD yang dapat kita tonton kembali suatu saat kita inginkan."

"Jadi kamu suka "film" apa yang terputar saat hujan turun?"

"Nah, ini persoalannya :)"

"Maksudnya?"

"Kamu tadi bilang banyak orang suka hujan, kalo menurut aku orang-orang yang suka hujan menandakan dia sedang memutar "film" yang manis yang telah terjadi dihidupnya. Mereka adalah orang-orang penikmat hujan. Kadang ada beberapa tetesan air yang jatuhnya menyentuh tanah kemudian akan mengeluarkan aroma khas kemudian mereka si penikmat hujan akan menghirupnya dalam-dalam. Apabila air yang membasahi tanah sudah terlalu melimpah tetesan-tetesan air itu akan menggenang menciptakan harmonisasi yang baru ketika tetesan air yang jatuh dari langit saling bertemu. Ah, itu adalah suara alam yang paling indah"


"Lalu?"

"Lalu, nggak semua orang suka hujan seperti yang kamu bilang. Mereka yang tidak suka hujan mungkin adalah orang-orang yang sedang memutar "film" mellow-so-drama sehingga hujan yang turun akan memperparah semuanya dan mereka juga membeci hujan karena menganggap hujan turun di saat yang tidak mereka harapkan."


"Jadi kamu termasuk si pencinta hujan atau si pembenci hujan?"

"Tidak dua-duanya"


"Aneh!"

"Aku bukan si pencinta hujan ataupun si pembenci hujan, tapi aku adalah si perindu hujan. Seharusnya setelah bulan kedelapan kita memasuki musim penghujan tapi di bulan ke sembilan ini aku belum menemukan tanda-tanda sang hujan akan turun. Sempat beberapa kali aku menemukannya dalam bentuk yang lebih halus, ya gerimis! Aku rindu hujan sepolos saat kita masih berumur lima tahun, bersorak gembira ketika tetesan hujan yang turun semakin lama semakin deras kemudian berlarian keluar tak menghiraukan apapun hanya ingin menari di bawah berkah yang diturunkan Tuhan"

"Ternyata kamu benar-benar aneh"

"Kamu tidak merindukan saat-saat seperti itu? menurutku itulah salah satu saat yang paling membahagiakan."


"Seandainya hujan pertama turun di bulan kesembilan atau kesepuluh atau bulan bulan berapapun apakah kamu mau menari bersamaku, dibawah berkah yang diturunkan Tuhan sambil memutar "film" yang ingin kita tonton sendiri?"

"Hahahaha, kita sudah terlalu dewasa untuk melakukakan itu"

"Kenapa? kamu malu? aku janji aku akan mencarikan tempat dimana kamu tidak akan merasa malu, sungguh aku ingin melihatmu menari dibawah hujan. Aku rasa dengan begitu kamu tidak akan lagi menjadi sang perindu hujan tapi menjadi salah satu penikmat hujan atau pembenci hujan."

*Tapi benarkah kamu akan membuatnya menjadi nyata? Karena aku sungguh merindukan hujan ingin sekali rasanya menari bermandikan tetesan air yan jatuh dari langit, memutar film apa yang ingin aku ulang kembali sehingga benar katamu aku dapat menentukan apakah aku si pencinta hujan atau pembenci hujan*

Kamis, 20 September 2012

simpul

tentang aku dan kamu.
yang terpilin menjadi satu saling bersilangan namun sejatinya saling menguatkan.
saling bertukar posisi membuat kita saling memahami, dimana kita sedang berada.
terpilin, kemudian terurai. Terurai sejauh mana? sejauh yang kita mau.

Tapi kamu tau?
semua uraian yang kita buat sendiri pada akhirnya akan merumitkan kita sendiri.
uraian tersebut akan menjadi semakin berantakan dan pada akhirnya kusut.

namun aku selalu berharap jika aku dan kamu, terhenti pada satu yang sama.
dan berharap simpul yang kuat-lah yang dapat menghentikan kita.
disimpul masa depan, dimana semua perjalanan "bahagia" ini  terhenti dan hidup dalam keadaan yang banyak orang bilang bahagia seutuhnya.
ya! aku selalu berharap. selalu seperti itu.



Rabu, 05 September 2012

review Gajah Mada--Langit Kresna Hariadi

mau review buku Gajah Mada yang ditulis sama Langit Kresna Hariadi selama libur lebaran kemaren. Awalnya sih sempet ngerasa nih buku bakan membosankan seperti pelajaran sejarah di waktu sekolah dulu, tapi semua itu sirnah setelah baca lembar demi lembar malah bikin nagih! suer beneran!

1. GAJAH MADA

Ini seri pertama Gajah Mada, menceritakan tentang sepak terjang Gajah Mada yang berpangkat bekel pasukan khusus Bhayangkara. Pasukan Bhayangkara adalah pasukan khusus yang dibentuk pada saat kerajaan Majapahit pasukan ini adalah lapisan terakhir yang dipunya Majapahit untuk melindungi rajanya. Pada saat Raja Majapahit pertama Raden Wijaya mangkat kemudian terpilihlah Jayanegara sebagai pengganti tahta selama kekuasaan Jayanegara terdapat beberapa pemberontakan salah satunya pemberontakan yang didalangi oleh Ra kuti.


Ra Kuti yang memanfaatkan pasukan prajurit yang ada di Majapahit untuk menggusur tahta Jayanegara, namun sebelum sempat Ra Kuti menggempur Majapahit pemberontakan ini telah diketahui oleh pasukan khusus Bhayangkara sehingga sebelum pertarungan dimulai masih dapat di antisipasi, namun antisipasi ini juga tidak membuat keadaan terkendali keadaan yang terjadi semakin kacau yang mengakibatkan Jayanegara harus dilarikan ketempat yang lebih jauh dan aman. Penyelamatan Jayanegara dilakukan secara langsung oleh Gajah Mada mulai dari menyebrang melewati kotaraja melalui sungai dan harus menahan nafas, sembunyi di lumpur pada saat terjebak di ladang jagung, mengelabuhi pasukan Ra Kuti yang mengejar.


Setelah Jayanegara dirasa aman dari kejaran Ra Kuti barulah Gajah Mada dan pasukan Bhayangkara lainnya kembali ke Kotaraja untuk mengambil alih kekuasaan Majapahit dengan menewaskan Ra Kuti, pada saat itu Ra Kuti sedang berada si bilik yang seharusnya menjadi bilik pribadi Jayanegara di dalam bilik tersebut terdapat sebuah lorong rahasia yang terhubung antara istana kepatihan dengan istana raja. Pada saat keadaan lengah maka pasukan Bhayangkara daat melumpuhkan Ra Kuti dengan melesatkan anak pana tepat di dada Ra Kuti.


Pendukung Ra Kuti yang bernama Ra Panca memilih menyerah sehingga hukuman mati tidak dijatuhkan kepadanya, selain itu Ra Panca adala salah satu ahli pengobatan yang terkenal pada masanya. Setelah Ra Kuti berhasil dilumpuhkan maka keadaan kembali berjalan normal Jayanegara kembali menjadi raja Majapahit dan memimpin Majapahit.


Kemenangan pasukan Gajah Mada sebagai pemimpin Bayangkara tidak lepas dari adanya pengkhianatan dari sesama pasukan Bhayangkara padahal pasukan ini adalah pasukan yang memiliki loyalitas dan solideritas yang tinggi sehingga adanya pengkhianat yang bersekutu dengan Ra Kuti merupakan pukulan yang mendalam bagi pasukan Bhayangkara yang kemudian harus kehilagan empat anggotanya dua diantaranya karena berkhianat dan dua lainnya terbunuh karena difitnah.


Selain itu keberhasilan pasukan Bhayangkara juga tidak lepas dari adanya seseorang yang menyamar sebagai seseorang yang membela Ra Kuti namun merasa tindakan Ra Kuti tidak benar sehingga memberikan informasi tentang akan adanya pemberontakan sehingga perang yang terjadi bisa diminimalkan.Siapa kan orang yang membantu Gajah Mada memperoleh informasi itu? Dialah Ra Panca yang pada akhirnya membunuh Jayanegara dengan racunnya ketika di minta untuk mengobati Jayanegara, Kemudian Ra Panca dibunuh oleh Gajah Mada kerena telah menewaskan raja Majapahit.


Sekian resensi buku Gajah Mada seri satu.





Jumat, 31 Agustus 2012

snail mail

Buat yang udah menyelami dunia interpals pasti tau deh maksud postingan ini tapi bagi yang belum menyelami dunia interpals pasti bingung. jadi sejarahnya waktu lagi ngobrol-ngobrol tetiba topik beralih ke sahabat pena waktu itu pitrul yang ngasih tau kalo ada situs namanya interpals disitu kita bisa ketemu sama orang-orang belahan dunia manapun yang punya ketertarikan didunia per-penpals-an. Katanya adeknya yang main penpals sampe bisa dapet kiriman paket barang dari korea *mupeng*.

Terus setelah percakapan itu akhirnya memutuskan buat bikin account di interpals, setelah mencari-cari siapa yang mau dijadiin temen buat diajak ber-penpals-an. usut punya usut mengapa dinamakan "snail mail" karena kita melakukan surat-suratan melalu pos yang waktu tempuhnya lama bahkan bisa berbulan-bulan, makanya dinamakan "snail mail" begitu. Setelah mengacak-ngacak situs interpals ketemu sama orang yang mau diajak jadi sahabat pena saya, sebenernya ketemunya udah lama tapi baru akan dikirim suratnya besok. *khilaf banget ini*

Akhirnya besok amplop coklat berisi surat siap dikirimkan, semoga aja dibales dan terus berkelanjutan dan yang paling penting semoga biaya yang dikeluarkan nggak banyak *maklum mahasiswa*.

Eitttssss... selain situs interpals ada juga loh situs postcrossing tapi bedanya disitu itu kita hanya bisa mengirimkan postcard ke negara antah barantah yang dipilih secara random oleh situsnya, selain itu ada peraturannya dimana kita akan merngirimkan postcard setelah dikirim maka kita akan mendapatkan satu kiriman postcard yang entah berasal dari mana. Seru sih keliatannya walau belum nyoba :| hehehe. besok kok bakal ke kantor pos buat ngirim semuanya :D

Kenapa sih tam exicted banget sama snail mail ini?
     emmmm... kenapa yah? kayaknya awal pertama tertarik mencari sahabat pene itu gara-gara majalah bobo kan biasanya ada surat pembaca dan disitu kadang-kadang ada yang mencari sahabat pena kalo dulu sih cuma bisa berandai-andai punya sahabat pena kalo sekarang mungkin bisa jadi kenyataan karena udah mandiri dan punya uang buat beli perangko :p
     Selain itu ngerasa its so amazing aja gitu yah kalo bisa punya sahabat di luar sana, bisa berbagi pengalaman yang berbeda sekaligus bisa belajar budaya mereka jadi lebih paham dengan budaya mereka. sekarang sih targetnya masih korea sama uk tapi kalo dapet yang lain mah ente nanaonan. yang penting hasrat per-penpals-an tersalurkan


Jadi buat kalian yang suka surat-menyurat bisa nih dicoba Selamat mencoba dan Semoga berhasil \o/



Rabu, 29 Agustus 2012

setahun disini.

Berapa banyak pertimbangan sampai akhirnya memutuskan untuk memilih disinilah saya harus menimba ilmu. Berapa banyak angan yang tergantung tinggi melebihi tiang bendera depan rektorat tanpa diimbangi dengan usaha.
Bukan tidak bisa, namun kenapa selalu terhenti di depan pintu gerbang? sudah sejauh itu melangkah tapi mengapa harus memutuskan untuk melangkah pergi meninggalkan gerbang.

Setahun disini, entah berapa kali terlintas untuk pindah ke kota pelajar. Bukan hanya pengalaman hidup yang dibutuhkan, gengsi? prestis? entahlah apa itu namanya.tapi sepertinya lebih baik disana. ah entahlah.
Berapa banyak kesempatan yang harus hilang, berlalu begitu saja. Kadang berfikir untuk menyudahi semua petualangan ini menganggap semuanya tidak ada artinya. Benarkah?

butuh dorongan sekuat apa lagi untuk memacu kaki ini melangkah lebih cepat mendahului ketertinggalan. dititik inilah saya merasa putus asa, lelah melangkah. Angin hembuskan doaku kepada Tuhan diatas sana untuk memberikan sedikit kekuatanNya.

Setahun disini tanpa apapun.

Minggu, 19 Agustus 2012

syawal

Gema takbir telah dikumandangkan, menandakan kita berada di penghujung bulan nan suci.
Kebahagiaan menyeruak, begitu pula dengan kesedihan yang harus tertinggal.
Kembali merindu akan datangnya bulan penuh bulan di tahun yang datang.

Waktu berlalu, roda kehidupan terus berputar.

Syawal berada di genggaman, semua saling memaafkan.
Anak kepada orang tua, cucu kepada kakek-neneknya, adik dengan kakak.
Berkumpul satu keluarga besar menjadi agenda utama di pangkal bulan ini.
Seberapa sulit keadaan berkumpul merupakan cara yang tepat untuk meluapkan segala beban.
Bercerita tentang pahitnya manisnya hidup.


Waktu berlalu, tanpa disadari seberapa jauh terlewat.

Entah lebaran tahun berapa hijriah, kita masih seperti bocah ingusan.
Berbeda dengan lebaran tahun ini.
Sebelumnya jatuh bangun untuk belajar sepedah, Sekarang bukan lagi sepedah melainkan mobil yang dikendarai.
Sebelumnya masih berjiwa muda untuk berfoya-foya, Sekarang berfikir berkali-kali untuk masa depan anak-istri.

Waktu berlalu,

Berapa tahun kedepan lagi untuk bisa merasakan seperti ini?
Masih terjaga dalam keutuhan yang absolut.


Entahlah karna waktu hanyalah rahasiaNya.


Selamat Hari Raya!

Sabtu, 11 Agustus 2012

harmoni kekacauan

deretan alfabet berbaris acak membentuk harmoni kalimat.
seberapa dalam semua tercipta dari kekacauan itu?
menyelamatkan derau suara yang tak terdengar.

tak perlu berlari jauh hingga habis daya ini, tak perlu berteriak di dalam sunyinya hutan belantara,
tak perlu mendaki gunung untuk melarikan diri, tak perlu pergi ke pantai untuk menenangkan diri.

cukuplah, membisu dalam keheningan.
menciptakan kekacauan dalam barisan alfabet.
untuk semua rasa yang tak bertuan.
yang entah akan di tunjukan untuk siapa.

Rabu, 04 Juli 2012

Brawijaya Mengajar

Awalnya tau acara screening tentor Brawijaya Mengajar (BM) dari si oliv kalo nggak salah H -2 sebelum screening tahap 1 diadakan. Iseng aja sih niat awalnya, sekalian mau ngisi waktu yang kosong juga dan yang penting dapet pengalamannya.
Tahap pertama sempet kaget waktu reply email biodata dibales dan bilang harus mempersiapkan diri untuk tes tulis, dan itu dua jam sebelum screening. Tahap duanya wawancara, as same as wawancara pada biasanya. Terus diumumin deh dan Alhamdullilah keterima :D

Ketemu banyak orang yang punya visi-misi yang mulia, ketemu adik-adik yang punya antusias yang jauh lebih besar ketimbang saya sendiri...
Ya semoga tetap seperti ini, sampai akhir masa jabatan tentor sesion dua berakhir.




Semoga semangat pengabdian ini nggak membara di awal dan padam diakhir.

Senin, 02 Juli 2012

senja hari ini



Senja hari ini, langkah ini tiba-tiba  terhenti dari perjalananya disebuah bangku pajang beratapkan kanopi. Bukan, Bukan lelah penyebabnya, tapi gerimis ini yang menghentikannya. Tuhan tau apa yang dibutuhkan hambanya, ia tau ada seseorang yang ingin luruh bersama alunan gerimis, yang harmonisasinya mengalunkan nada-nada sendu bercampur dengan aroma khas hujan yang menyeruak memenuhi hati.

"ah sudah berapa lama tak merasakan senja seperti ini?"

di senja hari ini aku sudah tak mampu lagi berharap untuk fajar esok, seakan perjalanan kemarin sangatlah cukup menjadi pembelajaran bagaimana seharusnya bersikap. Tak akan lagi terjadi hal seperti ini, alibi busuk! yang aku tau jelas dapat tercium aromanya dari ratusan kilometer.

tapi pernahkah  kamu tau mengapa alibi ini muncul? karna diri ini tak kuasa, tak kuasa memendam semua ini yang akhirnya aku memilih untuk meledak ! dan akhirnya hancur bersama serpihan bom yang aku rakit sendiri. Sekarang ? aku hanya dapat menyesali perbuatan yang telah dilakukan.

satu pertanyaan yang masih tersisa, apakah harus berakhir dengan cara seperti ini? sekejam dan sesadis ini?

"ah, sudahlah itu pertannyaan retroris"

tapi terima kasih untuk gerimis pada senja hari ini yang menyamarkan isak tangis yang sudah tak dapat aku bendung, meluruhkan semua perasaan yang membelenggu ini dan merenungi setiap langkah yang akan dilewati.


"Tuhan, hanya kepadamu aku meminta.  Biarkanlah aku tetap terlarut dalam setiap pengharapan. karna Engkaulah sebaik-baiknya perencana"


aku meyerah, tak akan lagi berharap. bebaskan hati ini, biarkan melayang bersama hembusan angin malam yang secara indah menutup melankoli senja hari ini.

Kamis, 21 Juni 2012

kamu! #1

siang itu aku menghubungimu, hanya dengan sebuah sms singkat yang ku kirimkan dari ponselku.


"mas, ada yang mau aku bicarain sama kamu. Malam ini ya mas."


Dengan mengendarai motor kesayanganmu, kau datang mengenakan jaket biru pemberianku saat kau berulang tahun. Tepat jam delapan malam kau datang sesuai janji yang kita sepakati bersama.
walau kau tau perbincangan yang akan kita lewati akan begitu panjang, kau tetap datang. Senyum kekhawatiran itu tampak jelas di wajahmu. sungguh mas, aku tak mau membuatmu sekhawatir ini. aku hanya butuh kamu. menenangkan hati ini yang terlalu tergoncang. 


menit-menit berlalu, tak ada satupun kata yang terucap diantara kita berdua. Kau tetap diam tak bertanya ataupun memulai percakapan ini, kau memberiku waktu untuk memulai pembicaraan yang melibatkan banyak hati. hatiku, hatimu, dan hatinya. Entah berapa kali helaan napas ini berhembus dan tetap sama aku masih tah bisa memulai ini semua. Kau akhirnya menyerah dan memulai percakapan itu.


"Katanya mau ngomong? Aku udah disini kamu diem aja, nggak jadi ngomong?" katamu sambil menatapku seperti biasa, penuh perhatian.


aku hanya dapat menghela nafas lagi dan lagi.


"Aku pulang yah kalo kamu nggak jadi ngomong"

"Maaaaas...." kataku akhirnya sambil mencari kata-kata yang tepat untuk mengawali percakapan ini. 
"aku cuma mau cerita ini sama kamu mas, dan aku nggak tau kelanjutan cerita ini bakal seperti apa aku akan tau kelanjutan cerita ini tergantung reaksi kamu mas.."


kerutan dikeningmu menandakan jelas bahwa kamu tak mengerti apa yang aku kataakan. Tapi kau tetap menatap penuh perhatian siap mendengarkan setiap kata yag akan keluar dari ulutku detik berikutnya.


"Masih inget sama mas agil kan?"

"Iya inget kok" seketika mukamu mulai menyiratkan rasa kekhawatiran yang berlebihan.

"kemaren dia dari sini mas, sempet ketemu dan ngobrol sama dia.You know my past right?"

kamu tetap diam menyimak dengan seksama.

"dia ngomongin hal yang sama mas, like 3years ago" aku diam sebentar menunggu reaksinya, dan raut mukanya tetap tidak berubah.

kemudian dia memelukku tidak begitu erat, tapi cukup membuatku nyaman. terlintas kejadian 3 tahun lalu saat mas agil berbicara serius padaku.



to be continue....

kamuflase hitam-putih

bangsat! siapa kamu? yang berani menentukan hati ini.
menuntun saya kedalam kamuflase ini dan menjebak.
seketika kamu menghilang dari pandangan saya.
berbalik arah dan berlari sekencang mungkin dari saya!


dan akhirnya...


saya terjebak pada kamuflase hitam-putih
terperangkap pada euforia kebagiaan yang teramat.
kosong. hampa, benar-benar tak ada sesuatu yang berarti apapun.
bahkan sekecil titik pada akhir kalimat ini pun tak berarti apapun.
hanya rasa kebahagian yang menyesatkan dan meghilangkan kebahagiaan sesungguhnya.


terlambat? tidak! saya telah mengetahunya.
salah? tidak! karena semua mausia akan merasakannya.
terjebak dalam kamuflase hitam putih yang menyesatkan ini.
sudah biarkan saya pergi! tarik saya dari permainan ini!
jika Engkau tak mengizinkan semua berlanjut.


bukankah hanya Engkau yang mempu membolak-balikan hati ini?

Sabtu, 19 Mei 2012

Love?



Aku sedang berjalan
Mengikuti kata di hatiku

Aku sedang mencari

Rahasia di balik matamu
Yang mampu membuatku terpesona
Yang mampu membuatku terpesona
Apakah dirimu yang mampu
Membuat hatiku bagai melayang di awan
Dan apakah dirimu yang mampu membuat hatiku bagai
terpanah asmara
Dan ku yakin itulah cinta
Kuyakin itulah asmara
Kuserasa di surga
Dan hatiku berbunga-bunga
Dan ku yakin itulah cinta
Kuyakin itulah asmara
Dan ku yakin itulah cinta
Kuyakinkan asmara


Minggu, 22 April 2012

ini yang kusebut rindu

kamu tau betapa aku harus menahan rasa ini?
ketika semua yang berada di depan mataku mengingatkan aku tentang kamu? 


rasa ini tidak hanya menimbulkan rasa menyesakkan yang amat sangat namun juga memberikan kebencian yang begitu besar.
benci ini dikarenakan aku tak bisa menghentikan rasa ini. 

yaaa, aku tau jarak adalah penyebab rasa ini menyarang dihati tapi aku rasa tidak hanya jarak saja penyebab rasa ini
namun juga keberanian diriku untuk meminta hanya sekedar ingin melihatmu 
atau sekedar rajin padahal ada niat yang terselubung 
yaaaaa aku hanya ingin melihatmu. 


ketika aku menyerah akan sesuatu yang sering kau ajarkan, 
ketika tak lagi ada obrolan hangat yang selalu bisa membakar semangat, 
ketika air putih yang tersedia di gelas berukuran kecil begitu sulit untuk kutegak, 
ketika dua orang bertatap tanpa ada satupun kata yang bisa menggabarkan suasana hati.

rasa itu datang, menyelusup setiap hati yang kosong 
yang tidak mengenal tawar-menawar seketika menyelusup begitu menyesakkan. itulah yang kusebut rindu... asal kamu tau rindu itu menandakan masih ada sayang disana, 
ya aku rindu kamu dan aku sayang kamu. 


aku rindu kamu ada di sampingku, aku rindu dengan degup kecang jantungku setiap aku melihatmu, aku rindu akan selembar kertas corat-coret yang menemanni kita, aku sepenuhnya rindu kamu.