expr:class='"loading" + data:blog.mobileClass'>

Kamis, 22 Desember 2011

letter for mom

tanggal 22 desember, adalah hari yang spesial buat aku pribadi.
setiap akhir di bulan desember aku selalu menantikannya, yaaa hari ibu.
aku tau aku bukan orang yang bisa mengutarakan secara lansung betapa aku sangat mencintai ibuku.
setiap tanggal 22 desember semenjak kelas 5 SD tak pernah aku lupa memberikan bunga dan coklat/kue untuk ibu tersayang.

ibu adalah orang yang sangat spesial buatku,
beliau adalah wanita perkasa yang energinya tak pernah habis.
belaiau selalu bangun pagi untuk membuatkan sarapan, kemudian berangkat ke kantor, setiap jam istirahat kantor beliau meluangkan waktu untuk pulang dan memasakkan makan siang untuk anak-anaknya, kemudian kembali lagi untuk bekerja, pulang telah lewat dari jam kantor walau aku tau ada raut letih yang amat sangat, namun beliau masih menyempatkan membuat makan malam untuk anak-anakya.

jujur semanjak SMP yang membiayai semua kebutuhan anak-anaknya adalah ibu seorang diri, karena waktu itu usaha bapak tidak begitu bagus dan akhirnya harus tutup dan bapak akhirnya harus mengangur. semenjak itu ibu bekerja hingga larut malam, beliau juga menambah penghasilan dengan menerima pesanan-pesanan kue atau makanan untuk acara tertentu.


sebelum akhirnya pindah ke malang, aku tau aku tak banyak membatu ibu yang amat letih. aku hanya bisa memasakan air panas untuknya mandi selepas bekerja. itu juga kadang aku lupa/malas. kadang ketika beliau sedang menasehatiku aku anggap itu adalah ungkapan kekesalan beliau, padahal itu adalah tanda kasih sayangnya padaku. dulu aku selau marah ketika pulang ke rumah tidak ada makanan yang bisa aku makan.

kadang akau merasa kesal ketika aku selalu di bandingkan dengan orang lain. aku merasa akulah yang paling berbeda diantara semua saudaraku.aku merasa aku adalah seseorang yang paling tidak diharapkan di kelaurga ini.

tapi apapun yang aku rasakan besarnya rasa cintaku pada ibuku mengalahkan semua hal negatif yang aku rasakan. pengorbanannya yang amat sanga besart, raut muka yang selalu memancarkan aura bahagia walau aku tau rasa letih yang amat sangatlah yang beliau rasakan. namun beliau selalu menjalankan tugas keibuannya tanpa pamrih. satu pesan yang selalu beliau katakan kepada anak-anaknya "ibu ngak bisa ngasih apa-apa, cuma bisa ngasih biaya pendidikan"

aku kangen ibu,
aku kangen masakan penuh cintanya.
aku kangen mencium tanganmu sebelum pergi sekolah.
aku kangen akan suara lembut mu ibu.

semoga ibu disana diberikan keseatan da kekuatan selalu oleh ALLAH SWT, hanya doa yang bisa aku kirim dari malang. maaf tahun ini tanpa bunga atau kue.
aku sayaaaaaaaaang ibu....
aku kangeeeeeeeen ibu.....


selamat hari IBU
termakasih atas semua penorbananmu.


anakmu tercinta.

Tidak ada komentar :

Posting Komentar