expr:class='"loading" + data:blog.mobileClass'>

Minggu, 31 Juli 2011

kalian yang ku rindu

pernah ada masa-masa dalam cinta kita  
kita lekat bagai api dan kayu  
bersama menyala,saling menghangatkan rasanya  
hingga terlambat untuk menginsyafi bahwa  
tak tersisa dari diri-diri selain debu dan abu        

pernah ada waktu-waktu dalam ukhuwah ini 
kita terlalu akrab bagai awan dan hujan  
merasa menghias langit, menyuburkan bumi,  
dan melukis pelangi  namun tak sadar, 
hakikatnya kita saling meniadai        

di satu titik lalu sejenak kita berhenti, 
menyadari  mungkin hati kita telah terkecualikan dari ikatan di atas iman  
bahkan saling nasehatpun tak lain bagai dua lilin  
saling mencahayai, tapi masing-masing habis dimakan api     

kubaca cendikiawan dinasti ming, feng meng long  
menuliskan sebaitnya dalam ‘yushi mingyan’;  
“bungapun layu jika berlebih diberi rawatan willow tumbuh subur meski diabaikan”     

maka kitapun menjaga jarak dan mengikuti nasihat  
‘ali “berkunjunglah hanya sekali-sekali, dengan itu cinta bersemi”     

padahal saat itu, kau sedang dalam kesulitan  
seperti katamu, kau sedang perlu bimbingan  
maka seolah aku telah membiarkan  
orang bisu yang merasakan kepahitan  menderita sendiri, getir dalam sunyi  
-ataukah memang sejak dulu begitulah aku?-        

dan sekarang aku merasa bersalah lagi  
seolah hadirku kini cuma untuk menegur  
hanya mengajukan keberatan, bahkan menyalahkan  
bukan lagi penguatan, bukan lagi uluran tangan  
-kurasa uluran tanganku yang dulupun membuat kita hanya berputar-putar di kubangan yang kau gali itu



pernah ada masa-masa dimana aku sangat rindu kalian.
kebersamaan , keceriaan, canda, tawa, tangis, amarah,  
kapan aku akan merasakan hangat dekapnya ukuwah itu?
aku benaar-benar rindu sekarang :( miss you so bad.
aku ingin kalian tetap bersama seperti dua tahun lalu.

mis you so bad ;(


Tidak ada komentar :

Posting Komentar